morning cycling

Senin, 07 Februari 2011

tips memilih sepeda yang sesuai dengan kebutuhan

Pernah kita di bingungkan dengan jenis-jenis sepeda yang beredar dipasaran, pada umumnya sepeda yang kita banyak beredar adalah jenis MTB atau lebih di kenal dengansepeda gunung danRoad Bike lebih di kenal dengan Sepeda Jalan Raya.

Sepeda Gunung atau MTB masih di bagi beberapa jenis lagi misal Competitve XC, XC Trail, All Mountain, FreeRide/DownHill, Progrsive HT, Recreational XC. Sedangkan untuk Road bikeatau sepeda balap juga di bagi berbagi macam jenis lagi seperti Com[etitive road, Endurance, TT (time trial), Fixed Gear(single speed), Fitnes(comutte).

Secara garis besar itulah jenis sepeda yang banyak beredar, akan tetapi banyak vendor melakukan pengembangan khusus dan membuat sepeda sepeda jenis baru seperti cyclocross, dirtjumper, dan masih banyak lagi sepeda modif lainya.

Untuk mengetahui sepeda apa yang cocok dengan kebutuhan dan keinginan kita ada baiknya kita tahu diskripsi masing-masing jenis sepeda, tips ini berisi diskripsi sepeda secara global sehingga memudahkan anda memilih sepeda.

Sepeda Gunung MTB.
a. Competitive XC :
Sepeda ini biasanya tergolong ringan untuk jenis MTB, merupakan sepeda yang ringan untuk cross country (offroad). Competitive XC biasa di gunakan untuk medan offroad yang tidak terlalu menurun, sangat sesuai untuk yang menyukai kecepatan dan kekuatan dalam menjelajah medan offroads.
b. XC Trail :
Jenis sepeda yang lebih di buat untuk medan offroad yang lumayan ektrim, sepertinya turunan yang agak tajam disertai banyak tikungan, suspensi depan dan belakang biasanya lebih empuk dibandingkan dengan Competitive XC, suspensi depan dan belakang biasanya juga dapat di atur skala keras dan lembutnya.
c. All Mountain :
MTB yang kelihatan kekar di banding jenis XC lainnya, mempunyai suspensi yang lebih besar dan kuat. Sepeda ini di peruntukan untuk rider yang menyukai medan offroad yang banyak lokasi jumping. Sepeda ini cocok untuk downhill ringan dan atraksi dalam bersepeda.

d. Freeride/Downhill :
Ini sepeda yang sering kita lihat dalam kejuaraan dunia downhill, sepeda yang sangat berat untuk jenis MTB. Frame sepeda ini memang sangat berat karena downhill yang ektrim memerlukan kestabilan yang tinggi. Suspensi sepeda jenis ini mempunyai trafel depan(panjang suspensi) lebih panjang di banding sepeda MTB lain, dan yang pasti suspensi belakang adalah wajib pada sepeda tipe ini.
e. Progresive / Dirt jumper
Lebih di perutukan untuk rider yang menyukai showoff skill atau mempertontonkan dan mengasah kemahiran dalam atraksi sepeda. Dengan bentuk frame yang terkesan lurus dari depan dan belakang.
f. Recreational XC
Merupakan sepeda XC untuk medan cross contry yang ringan, ini merupakan sepeda yang banyak di pakai MTB saat ini dalam offroad ringan dan cross coutry.

Road bike.

a. Competitive Road
Merupakan sepeda balap yang di peruntukan untuk kompetisi balap, dengan berat yang sangat ringan total berat sepeda bisa mencapai 5kg, Bagi yang menyukai bersepeda sehat jalan aspal ini merupakan salah satu pilihan.
b. Endurance Road
Merupakan sepeda balap dengan frame yang lebih tahan terhadap jalan yang tidak halus semisal paving blok, sepeda dengan tipe ini cocok untuk yang meyukai tipe road yang tidak hanya aspal halus tapi jalan aspal yang jelek. Selain ringan cocok bagi penggemar kecepatan, sepeda jenis ini layak di jadikan pilihan untuk bersepeda di jalan non aspal.
c. TT (time trial)
Inilah sesungguh sepeda balap, sangat ringan dengan aero dinamis yang di desain dengan teliti untuk terpaan angin. Sepeda balap ini banyak di gunakan untuk kompetisi Time Trial / Thriatlon yang menuntut kecepatan.
d. Single speed.
Sepeda dengan gir tunggal, cocok bersepeda kemana saja. Sepeda dengan single speed ini tidak mempunyai pengaturan kecepatan, menjadikan sepeda ini simple dan prakstis terutama untuk yang tinggal di perkotaan.
e. Commute
Merupakan Sepeda yang di desain gabungan dari sepeda balap kelas kompetisi dan kebutuhan sehari-hari. Banyak vendor sepeda menyesuaikan mulai dari handle bar (stang), hingga komposisi ban dan rasio gir.

Dari berbagai diskrisi sepeda diatas kita mulai ada gambaran sepeda apakah yang cocok untuk kebutuhan bersepeda kita baik untuk kesehatan atau memang khusus untuk kompetisi.

khusus untuk MTB, ada beberapa tambahan :

Sebelum memutuskan merk dan spesifikasi yang akan dibeli , ada baiknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: Merakit & Beli jadi ? Ada dua cara untuk membeli MB( Mountain Bike), pertama adalah bisa memebeli jadi atau istilahnya " complete bike". Dan cara kedua adalah merakit dengan rangka , suspensi dan groupset pilihan sendiri. Untuk cara pertama,meski membawa doku segepok tetap jangan gegabah saat memilih MB, jangan hanya tertarik dengan bentuknya yang modern dan cantik. Ukur dan sesuaikan postur tubuh dengan MB yang akan dibeli. Kebesaran/ ketinggian dan kekecilan/ kerendahan adalah sangat mengurangi kenyamanan bersepeda. Perhatikan ukuran rangka ! Paling mudah menandai ukuran rangka sepeda dengan mendirikan sepeda , lalu anda berdiri ditengah-tengah ( mengangkangi) dengan posisi kaki lurus dan rata. Rentangkan kaki kanan dan kaki kiri sejajar dengan pedal. Jarak antara top tube frame dengan selangkangan " harus " berkisar antara 8 s/d 12 cm. Sebagai referensi umum perbandingan tinggi badan dengan ukuran frame adalah sbb: 160 - 165 cm --> 12-14 " ( XS) 165 - 172 cm --> 14-16 " ( S) 173 - 180 cm --> 17-18 " ( M) 181 - 188 cm --> 19-20 " (L) 189 - 196 cm --> 21-22 " ( XL). Cara kedua, MB dirakit sendiri , bagi sebagian orang merakit ini membawa kepuasan dan kenikmatan tersendiri, meski kerapkali menghabiskan biaya yang lebih besar ktimbang beli jadi. Beberapa yang perlu diketahui: a. Shockbreaker menentukan performa di trek off road. Jenis yang mahal biasanya lebih nyaman. b. Komponen menetukan traksi ban ke permukaan jalan, bahan frame sebaiknya yang ringan saja ( Aluminium, titanium atau carbon) c. Sepeda yang baik adalah sepeda yang nyaman dipakai dan gak bikin capek si pengendaranya. d. Buat pemula , sebaiknya pilih model MB cross country atau trail karena lebih mudah dikendalikan dan tak butuh skill besar seperti down hill. Demikian semoga bermanfaat...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar